TUGAS BESAR SISTEM KOMUNIKASI SATELIT AUTO TRACKING PADA POINTING SATELIT PALAPA-D DI KAPAL LAUT

 

LATAR BELAKANG

Teknologi secara umum dewasa ini berkembang sangat pesat. Pesatnya perkembangan didasari kebutuhan manusia yang terus meningkat. salah satu bentuk kebutuhan manusia adalah dalam berkomunikasi. Permasalahan komunikasi terkadang terkendala oleh jarak, karena pada dasarnya manusia berbicara normal tidak akan terdengar suaranya hingga ratusan kilometer. Sistem telekomunikasi yang ada dan dikembangkan mampu mengatasi berbagai masalah seseuai dengan kebutuhannya. Salah satu produk dalam sistem telekomunikasi adalah dengan menggunakan sistem telekomunikasi satelit yang didalamnya melibatkan peralatan satelit sebagai pemantul dan repeater sinyal sehingga ketika di bumi bisa melakukan komunikasi dengan jarak yang cukup jauh.

Dalam mekanisme kerja satelit, untuk dapat digunakan digunakan perangkat di bumi berupa antena terminal yang langsung mengarah ke satelit. Di Indonesia, penggunaan infrastruktur jaringan telekomunikasi satelit VSAT merupakan teknologi yang umum digunakan, mengingat Indonesia terdiri dari banyak pulau yang tersebar sehingga sulit dijangkau oleh teknologi komunikasi microwave maupun jaringan kabel. Pemakaian teknologi VSAT sudah berkembang pesat dikalangan perusahaan-perusahaan atau industri- industri khususnya pada industri kelautan untuk komunikasi telepon (voice), data, gambar (video).

Untuk dapat digunakan, VSAT terlebih dahulu dikonfigurasi agar dapat melakukan pointing menuju satelit tujuan dan mampu melakukan transmisi. Dalam makalah ini dibahas mengenai cara kerja VSAT dan salah satu pengembangan VSAT terutama dalam pointing.

 

PERRUMUSAN MASALAH

  1. Bagaimana implementasi teknologi auto tracking pada sistem penunjukan satelit Palapa-D di kapal laut?
  2. Apa tantangan utama yang dihadapi dalam mengimplementasikan sistem auto tracking pada kapal laut untuk satelit Palapa-D?
  3. Bagaimana kinerja sistem auto tracking pada kapal laut dalam menjaga koneksi yang stabil dengan satelit Palapa-D dalam berbagai kondisi cuaca dan lingkungan laut?
  4. Bagaimana efektivitas sistem auto tracking dalam mengurangi gangguan dan interupsi dalam transmisi data antara kapal laut dan satelit Palapa-D?
  5. Apa saja solusi yang dapat diusulkan untuk meningkatkan kinerja dan kehandalan sistem auto tracking pada kapal laut untuk penunjukan satelit Palapa-D?

TIJUAN TEORI

  1. Memahami Prinsip Dasar Auto Tracking: Menjelaskan konsep dasar dan prinsip kerja dari teknologi auto tracking, termasuk penggunaan sensor, algoritma, dan mekanisme kontrol yang terlibat dalam menjaga keterhubungan dengan satelit Palapa-D.
  2. Menganalisis Karakteristik Kapal Laut: Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi performa auto tracking di atas kapal laut, seperti gerakan kapal, gangguan lingkungan, dan stabilitas platform.
  3. Memahami Spesifikasi Teknis Satelit Palapa-D: Mempelajari karakteristik satelit Palapa-D, termasuk orbitnya, parameter sinyal, dan persyaratan penunjukan (pointing) yang diperlukan untuk menjaga koneksi yang stabil.
  4. Mengkaji Metode Auto Tracking yang Tersedia: Meninjau berbagai metode dan teknik auto tracking yang telah dikembangkan dan diterapkan dalam konteks kapal laut dan komunikasi satelit, serta mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing pendekatan

KAJIAN DAN ANALISA

  1. Teknologi Auto Tracking yang Tersedia: Tinjauan mendalam terhadap teknologi auto tracking yang tersedia, termasuk sensor-sensor yang digunakan (seperti GPS, inertial navigation system), algoritma-algoritma kontrol, dan perangkat keras yang dibutuhkan untuk implementasi.
  2. Karakteristik Kapal Laut: Analisis tentang bagaimana gerakan kapal laut, termasuk pitch, roll, dan yaw, mempengaruhi performa sistem auto tracking. Hal ini juga melibatkan evaluasi terhadap stabilitas kapal laut dan kemampuan sistem auto tracking untuk mengkompensasi gerakan tersebut.
  3. Pengaruh Lingkungan Laut: Studi tentang bagaimana kondisi lingkungan laut, seperti gelombang laut, angin, dan cuaca buruk, memengaruhi kinerja sistem auto tracking. Evaluasi juga diperlukan untuk menentukan sejauh mana sistem dapat beroperasi dalam kondisi lingkungan yang ekstrem.
  4. Spesifikasi Teknis Satelit Palapa-D: Analisis terhadap karakteristik satelit Palapa-D, termasuk orbitnya, frekuensi transmisi, dan persyaratan pointing yang diperlukan untuk menjaga koneksi yang stabil. Pemahaman mendalam tentang spesifikasi teknis ini penting untuk merancang sistem auto tracking yang sesuai.
  5. Kinerja Sistem Auto Tracking: Pengujian dan evaluasi kinerja sistem auto tracking pada kapal laut dalam berbagai skenario, termasuk dalam kondisi cuaca yang berbeda dan pada lintang geografis yang beragam. Diperlukan analisis tentang kehandalan sistem, kecepatan penyesuaian, dan kemampuan untuk mempertahankan koneksi yang stabil.
  6. Tantangan dan Solusi: Identifikasi tantangan utama yang dihadapi dalam mengimplementasikan sistem auto tracking pada kapal laut untuk satelit Palapa-D, seperti gangguan lingkungan, keterbatasan perangkat keras, atau kompleksitas perangkat lunak. Kemudian, kaji solusi-solusi yang mungkin untuk mengatasi tantangan tersebut, seperti penggunaan sensor yang lebih canggih atau pengembangan algoritma kontrol yang lebih adaptif.

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Simpulan:

  1. Auto tracking merupakan solusi yang penting: Teknologi auto tracking adalah solusi krusial untuk menjaga koneksi yang stabil antara kapal laut dan satelit Palapa-D, terutama di lingkungan laut yang dinamis dan berpotensi mengganggu.
  2. Karakteristik kapal laut mempengaruhi performa: Gerakan kapal laut, bersama dengan kondisi lingkungan laut, memiliki dampak signifikan terhadap performa sistem auto tracking. Penyesuaian harus dilakukan untuk mengatasi tantangan ini.
  3. Kualitas sistem sangat penting: Kualitas dan kehandalan sistem auto tracking sangat penting untuk memastikan koneksi yang stabil dan tidak terputus antara kapal laut dan satelit Palapa-D.
  4. Tantangan teknis perlu diatasi: Tantangan teknis seperti keterbatasan perangkat keras dan kompleksitas lingkungan laut harus diatasi secara efektif untuk mencapai performa yang optimal dari sistem auto tracking.

Rekomendasi:

  1. Penggunaan sensor canggih: Investasi dalam penggunaan sensor yang lebih canggih, seperti sensor inertial dan GPS yang lebih akurat, dapat meningkatkan kehandalan sistem auto tracking.
  2. Perbaikan algoritma kontrol: Pengembangan algoritma kontrol yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan kondisi kapal laut dan lingkungan laut dapat meningkatkan performa sistem auto tracking.
  3. Pengujian lebih lanjut: Pengujian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi performa sistem auto tracking dalam berbagai kondisi lingkungan laut dan pada berbagai lintang geografis.
  4. Pelatihan operator: Operator kapal laut perlu dilatih secara mendalam dalam penggunaan sistem auto tracking untuk memaksimalkan efektivitasnya dan mengatasi masalah yang mungkin muncul selama operasi.
  5. Kolaborasi dengan produsen: Kolaborasi dengan produsen perangkat keras dan perangkat lunak dapat membantu dalam pengembangan solusi yang lebih baik dan inovatif untuk sistem auto tracking.

 DAFTAR PUSTAKA

[1]    Setyadi, Rizky. “Analisis Kinerja Komunikasi Terminal Penerima TV Satelit

Dengan Pendekatan Link Budget Pada Pengguna Satelit Telkom-1”. Program Studi Teknik Elektro. Universitas Pakuan.

[2]    Ranggakusuma, Rama. “Analisis Kinerja Jaringan VSAT Pada Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika Semarang”.

Fakultas Teknik Informatika. Universitas Dian Nuswantoro. 2014.

[3]    La Gapo.; M.E.I. Najoan.; R. Sengkey.; J.R. Robot. “Analisa Koneksi

Jaringan Komputer Di PTI (Pusat Teknologi Informasi) UNSRAT Dengan

VSAT (Very Small Aperture Terminal)”. Teknik Elektro. UNSRAT Manado.

2012.

[4]    Fachrul H, Ifaz. “Autotracking Pada Pointing VSAT”. 17 Januari 2017.            

[5]    Megasakti muhammad cakra, “Rancang Bangun Auto Tracking Dengan

Menggunakan Microcontroller, Gps, Sat Finder Dan Digital Compass Untuk Sinkronisasi Azimuth Antena Terhadap Satelit Cakrawarta-2”. Skripsi

universitas indonesia. 2010 

Komentar